Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Wiwit Shm

Menjadi Istri dan Ibu yang terbaik buat keluargaku tercinta. Silahkan follow blog saya http://www.blogger.com/wiwitsuhaimi selengkapnya

Tanaman Pagar yang Berkhasiat

REP | 29 April 2012 | 06:25 Dibaca: 2708   Komentar: 33   5

13710866261983994067

fotonya: koleksi pribadi

.

Pagar yang dihias tanaman ini sungguh indah dipandang mata, bagi sebagian orang yang melihatnya. Mungkin ada orang yang beranggapan bahwa tanaman ini hanya sebagai tanaman biasa, yang sering ditanam orang pada umumnya. Namun tak disangka, bahwa tananaman ini banyak manfaat dan kegunaannya untuk mengatasi keluhan tentang gangguan kesehatan.

Saya pernah mengira tanaman ini tidak berguna, hanya menghalangi pandangan mata, karena tumbuhnya subur dan rimbun. Setiap tumbuh dan subur, saya selalu memotong daun sampai kedahannya. Ada juga orang menggunakan vas bunga untuk menanamnya, yang bisa dipajang dan dipindah-pindahkan sesukanya.

Bagaimanapun juga, pengetahuan tentang tanaman yang ada disekitar kita, hendaknya jangan sampai musnah. Dan menjadi patokan bagi diri sendiri dan memanfaatkan sedapat mungkin, apa yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan tersebut. Jangan hanya para dukun atau orang tua saja yang mengetahui, tentang masalah obat dari tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat didaerah kita.

Mengetahui pengobatan dengan jenis tanaman penghias pagar ini, orang akan menjadi sadar, bahwa ada beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan tanaman ini. Nama tumbuhan ini adalah “Keji Beling” , orang jawa bilang, “Kembang Bugang Sunda”. Tumbuhnya ditanah datar yang agak panas hawanya, termasuk bangsa rumput-rumputan. Keji beling ini mempunyai bunga putih, indah juga warnanya.

Ada juga kepercayaan, bahwa dengan daun keji beling dapat mengunyah beling atau pecahan gelas didalam mulut orang.

Khasiatnya adalah dapat menyembuhkan penyakit kencing batu. Ada juga beberapa ahli obat yang bilang, dapat melancarkan peredaran darah, semuanya tergantung orang yang menggunakan tanaman ini. Daun keji beling ini diambil beberapa lembar (segenggam tangan orang dewasa), kemudian digodog atau direbus lalu diminum. Lebih manjur lagi kalau godokan itu dicampur dengan daun urat (daun sendok = plantago major linn). Atau daun keji beling dicampur dengan daun meniran, lalu airnya diminum. Campuran ini akan lebih manjur dari yang tersebut diatas.

Dulu pernah saya merasa pusing dan seringkali berulang. Saya berpikir mungkin ini hanya sementara, bisa saja kurang tidur atau kelelahan. Tapi lama kelamaan kok jadi keseringan, sehingga saya berusaha berobat kedokter, hasilnya baik-baik saja. Saya merasa tak putus asa, lalu saya mencoba untuk pergi kepengobatan alternatif, katanya aliran darah saya kurang lancar. Pulangnya saya diberitahu, bahwa daun keji beling mampu mengatasi penyakit pusing-pusing saya.

Alhamdulillah, dengan keyakinan penuh, serta pertolongan Yang Maha Kuasa, saya sembuh seperti semula.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Gonzales, ‘Kartu Truf’ Timnas …

Achmad Suwefi | | 24 November 2014 | 09:32

Jaringan Buruh Migran Indonesia di Hong Kong …

Ida Royani | | 24 November 2014 | 05:47

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Olahraga-olahraga Udara yang Bikin Ketagihan …

Dhika Rizkia | | 11 November 2014 | 13:41


TRENDING ARTICLES

Putra Presiden Konsumsi Babi …

Muhammad Armand | 4 jam lalu

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 8 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 10 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Komitmen Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca …

Ervina Dwi Indrawat... | 7 jam lalu

Butuh Rahma Azhari untuk Bekuk Filipina? …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Di Papua 1 Desember Akan Diperingati Hari …

Albert Giay | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa: Jangan Ada Lagi Tikus …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Sayang Tidak Ada Pembicara Olahraga di …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: