Artikel

Alternatif

Rheumaoid Arthritis, Yo Ra Tak Pikiri Soal Biaya!


REP | 23 February 2012 | 01:28 Dibaca: 115   Komentar: 1   1 dari 1 Kompasianer menilai menarik

“Tuhan tak pernah tidur, bahkan saat kita terlelap sekalipun.”

Dan kini tak bosan kutuliskan kisah luar biasa dari salah seorang yang sangat luar biasa pula (maaf, nama tidak dipublikasikan… Privasi hehehe).

Berawal dari diagnosa apendixitis (usus buntu), teman kecilku itu harus menjalani operasi. Hingga akhirnya setelah operasi berhasil dilakukan nyatanya ia malah hipertermi (panas), bahkan tak kunjung turun. (sepsiskah???). Tak sempaat aku tahu obat/injeksi apa yang diberikan yang jelas harganya cukup mahal. Kalau tak salah aku mendengar 3-4 ratusan ribu… (mungkin obat paten, mungkin antibiotik kelas tinggi kalii ya… Mungkin juga yang laen..)

Panasnya memang turun. Tapi kondisinya tak kunjung membaik. Bahkan Hbnya turun hingga 6 (normal 12). Pucat, lemes, lemah. Tranfusi diberikan. Kala itu karna golongan darah yang dicari tak ada stok. Maka sang ibu yang bergolongan darah sama merelakan 2 kantung darahnya untuk anaknya itu.

satu dua kantung tak memberikan hasil yang signifikan. Sempat pula Hbnya 3. Bayangkan tiga (dari normal 12 hlo ya)????? Harusnya ni mah uda di icu tooooh..

Mendengar kabar ini, ibu mana yang tak panik, cemas dan kawatir. Anak kok sampe begini ya. Saat hanya seorang diri menjaga sang anak dari kondisi lab. malah buruk.

Pada hari yang sama, menurut pengakuan si Ibu ada tiga orang datang menunjungi mereka berdua. Dua sobat dari Australia, yang konon sengaja dikirim Tuhan dan satu orang penerjemah. Tak tahu sapa sebenernya mereka. Dua orang itu terus memberikan motivasi. Satu terus berdoa satunya lagi dengan bantuan penerjemah memotivasi temanku. “kita akan berdoa bersama nanti jam 12, kau berdoa disini dan aku berdoa dari tempatku. Selain itu baca mazmur 91″katanya. Ia melanjutkan lagi”….dan tolong matikan (klem infusnya) karna aku tak mau ada campur tangan dunia..”
(nakal ya, ngajarin pasien ga patuh terapi pengobatan… Jagan dicontoh ya para pasien, boleh dilakukan hanya dengan pengawasan tenaga ahli ).

Singkat cerita ibu melakukan hal itu (harusnya sang anak tapi mesakke orang sakit susah tidur sekalinya tidur kok dibangunin… how kind she is..). Kau tahu yang terjadi. Believe it or not (aku ga maksa u buat percaya, percaya amini ga percaya yo wes!). Dua botol infus yang tergantung di tiang infus itu tergoncang. Padahal infus lain tak tergoncang. Padahal ga kesenggol. Padahal ga ada tiupan angin keras. Padahal ga ada gempa bumi. Kenapa bisa gini ya?????

Melihat peristiwa yang terjadi, sang ibu keluar dan menangis sekencang-kencangnya dan dia bilang “Tuhan maafkan aku aku kaget akan kedatangMu..”. Tuhan bener-bener ada. Tuhan bener-bener mau menolong. Tuhan bener-bener mau kasih kesembuhan. “sang ibu berkata, kok mirip peristiwa kolam siloam…”

Keesokan harinya setelah dicek ulang ternyata Hbnya bukan tiga lagi. Naek jadi 8 (kalu aku ga salah inget). Glori-glori haleluya. :)

Tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Katanya kekebalan tubuhnya berlebih. Ia pun membutuhkan tranfusi lagi karna hbnya turun lagi. Katanya dari Hasil lab. “Talasemia”. Total total ada 12 kantung yang telah dihabiskan.

Anehnya setelah tranfusi hbnya ga kunjung normal juga. Trus Hbnya digondol sapa ya?? sang dokter pun sempet kesulitan “nih anaak kenapa ya??” Dari diagnosa Talasemia jadi Anemia.

23 hari menjalani opname yang panjang beragam obat serta tranfusi diberikan Hbnya naik jadi 10. Akhirnya diperbolehkan pulang.

Tranfusi ga begitu ngaruh hingga tranfusi akhirnya dihentikan. Dari anemia ternyata diagnosa terkini RA. Dokter sub spesialis Rheumaoid Arthritis turun tangan menanganinya sampai sekarang.

Sakit sungguh mahal perbulan tak kurang 1,5 jt dikeluarkan belum lagi injeksi (aku lupa namanya) yang sekali injeksi 3,5 jta itu.. Padahal butuh berkali injeksi..

“Berkat Tuhan selalu ada, yo ra tak pikiri soal biaya”……

teruslah berharap kesembuhan pasti ada :D

“Orang sakit tak hanya butuh obat-obatan, tapi juga dukungan semangat dan motivasi dari orang-orang sekelilingnya.”

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: