Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Syukri Muhammad Syukri

Orang biasa yang ingin memberi sesuatu yang bermanfaat kepada yang lain…. tinggal di kota kecil Takengon selengkapnya

Pepino, Buah Dewa Melodi Yang Kaya Khasiat

REP | 21 February 2012 | 05:28 Dibaca: 59   Komentar: 0   0

1329755072544896641

Buah Pepino yang baru dipanen Bang Dun diberi harga Rp. 3000/buah (Foto: Syukri Muhammad Syukri)

Sepulang kerja, sore tadi (Senin, 20/2) saya menyempatkan diri berkunjung ke rumah Bang Dun seorang petani yang tinggal di Desa Paya Tumpi Baru, sekitar 6 Km dari kota Takengon Aceh Tengah. Rumahnya berada di kawasan kebun kopi penduduk, lumayan jauh dari jalan raya. Sudah lama saya tidak berkunjung ke sana, entah kenapa sore tadi tiba-tiba saya ingin ngobrol-ngobrol.

Begitu tiba di rumah Bang Dun, saya melihat dia sedang mengumpulkan buah berwarna ungu keloreng-lorengan. Buah itu dipetik dari pohon kecil seperti tanaman bunga yang tumbuh dipinggir pagar. Sejumlah buah ungu keloreng-lorengan masih terlihat bergelantungan. Saya belum pernah melihat buah itu sebelumnya. Kata Bang Dun, buah itu bernama Dewa Melodi yang salah satu khasiatnya dapat menurunkan darah tinggi.

Selama ini saya pikir tanaman disepanjang pagar rumahnya itu adalah tanaman bunga biasa, tidak tahunya adalah tanaman obat kaya khasiat. Menurut Bang Dun, bibit tanaman itu diperolehnya dari tetangga depan rumah yang kebetulan seorang tenaga penyuluh pertanian. Bibit tanaman ini dibawa penyuluh itu dari pulau Jawa, lalu dibagikan kepada para petani yang tinggal disekitar rumahnya.

Kata Bang Dun, buah Dewa Melodi ini juga sering disebut orang buah Pepino. Asal muasal tanaman ini dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Kata orang, khasiat buah ini sangat banyak. Karena khasiatnya, sebelum panen saja buah Pepino itu sudah dipesan orang. Harga per buahnya dijual Bang Dun sekitar Rp. 3000, yang berat per buahnya sekitar 2,5 ons.

Buah Pepino dapat dikonsumsi seperti buah segar biasa, rasanya seperti buah mentimun. Banyak juga orang mengkonsumsinya dalam bentuk olahan seperti dibuat menjadi juice atau manisan. Kemudian Bang Dun mengupaskan sebuah Pepino, dan satu iris diberi kepada saya. Wah, rasanya memang seperti buah mentimun tetapi baunya berbeda dan aneh.

Selama membudidayakan buah Pepino, Bang Dun telah mempelajari dan membaca literatur tentang karakteristik buah ajaib itu. Dari hasil bacaan Bang Dun, buah Pepino memiliki khasiat:

  1. Menurunkan kadar tekanan darah tinggi;
  2. Mempercepat penyembuhan stroke;
  3. Memperlancar air seni;
  4. Mempercepat pengeluaran batu ginjal;
  5. Menyembuhkan diabetes mellitus;
  6. Menguatkan jantung dan menambah vitalitas
  7. Menyembuhkan liver;
  8. Mencegah membrane otak serta mencegah keriputan;

Menurut Bang Dun, buah Pepino sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak karena buah ini mengandung Beta Karoten yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan anak. Secara lengkap, kandungan gizi buah Pepino adalah:

  1. Asam ———————-> 79,336 mg/100 gram
  2. Beta Karoten ————-> 26,600 mg/100 gram
  3. Lemak ———————> 0,017%
  4. Protein ———————> 0,647%
  5. Serat ———————–> 25,119%
  6. Gula reduksi ————–> 3,308%
  7. Air ————————-> 95,020%
1329755194613977613

Bang Dun, salah seorang petani kopi di Desa Paya Tumpi Baru Aceh Tengah, juga membudidayakan tanaman Pepino (Foto: Syukri Muhammad Syukri)

Mendengar penjelasan Bang Dun tentang khasiat buah Pepino serta kandungan gizinya, membuat saya tertarik untuk merasakan sensasi buah Dewa Melodi itu. Pada akhirnya, saya juga membeli buah Pepino sebanyak 10 buah dengan harapan jika ada perubahan, saya menjadi pelanggan tetap buah Pepino dari ladang Bang Dun.

Sebagaimana ditulis kompasianer Irda Handayani “Kenalan Juga Dengan Buah Pepino” menyatakan bahwa buah Pepino banyak dijual di super market atau kawasan wisata agro di sejumlah daerah di Indonesia. Mudah-mudahan para kompasianer segera mencoba khasiat buah ini yang selanjutnya dapat sharing, saling tukar menukar informasi tentang peningkatan kesehatan setelah mengonsumsi buah Pepino. Semoga bermanfaat…

    Tags: freez

     
    Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
    Siapa yang menilai tulisan ini?
      -
    Processing data ..
    Tulis Tanggapan Anda
    Guest User


    HEADLINE ARTICLES

    Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

    Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

    Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

    Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

    BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

    Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

    Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

    Felix | | 01 October 2014 | 11:29

    Ikuti Blog Competition “Aku dan …

    Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


    TRENDING ARTICLES

    Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

    Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

    Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

    Pan Bhiandra | 13 jam lalu

    Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

    Aqila Muhammad | 13 jam lalu

    Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

    Mike Reyssent | 20 jam lalu

    Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

    Budiman Tanjung | 22 jam lalu


    Subscribe and Follow Kompasiana: