Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Metik Marsiya

belajar dari keterbatasan…. belajar dari ketiadaan Membaca dan memahami tulisan dongeng saya, harus dari selengkapnya

Jalan di Tempat Efektif Sebagai Pengganti Jalan Kaki dan Bersepeda

OPINI | 26 December 2011 | 18:16 Dibaca: 987   Komentar: 2   0

Olah raga sudah menjadi kebutuhan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Ada yang sudah menjadi rutinitas, ada yang melakukannya dengan terpaksa karena menderita suatu penyakit tertentu. Tetapi ada juga orang yang tidak beolah raga tetap sehat dan berumur panjang. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Pilihan jenis olah raga yang dipilih biasanya yang mudah, murah dan mempunyai efek maksimal. Sampai saat ini jalan kaki dan bersepeda masih menjadi pilihan pertama jika dihadapkan pada efektifitas dan biaya. Selain mudah dilakukan, biayanyapun murah.

Dahulu saya suka sekali berjalan kaki dan bersepeda. Di Jakarta saat siang bolong melakukan aktivitas ini pada siang bolong tidak mempunyai pengaruh pada warna kulit. Di Lapangan Auri Pancoran, menjadi tempat favorit melakukan kedua aktivitas ini. Kadang-kadang diselingi dengan main bola bersama anak-anak. Siang hari? siapa takut. Asyik.

Pada waktu di Yogya saya pindah di pemukiman di pinggiran kota. Situasi masyarakat yang guyub rukun membuat suasananya sangat berbeda ketika harus melakukan aktivitas ini. Ketemu dengan orang berhenti sejenak untuk sekedar saling menyapa, berkabar-kabari. Hasilnya, olah raga pun tidak berhasil mencapai tujuannya. Belum lagi dengan gonggongan anjing. Cuaca ?? Hmmm ini adalah masalah utama saya. Bagaimana tidak, begitu jam tujuh pagi matahari sudah bersinar terik, tanpa paparan matahari langsung saya  sudah langsung legam, apalagi beraktivitas di siang hari. Mengkilat deh kulitku. Olahraga harus dilakukan di Gym, dan saya masih belum nyaman dengan kondisi gym.

Hingga pada suatu ketika anak saya¬† yang sulung harus mengikuti pelajaran baris berbaris di sekolahnya, saya iseng-iseng mengikuti saat latihan di rumah. Dengan ketinggian rata-rata air, rutin dan kecepatan yang semakin cepat maka olah raga “jalan di tempat” sudah 6 bulan ini menjadi pilihan utama. Hasilnya, sejujurnya hasilnya lebih bagus dari jalan kaki dan bersepeda.

Analoginya menjadi seperti ini. Pada dasarnya syaraf perlu dilakukan gerakan. Rangsangan jalan ditempat lebih berefek menyeluruh pada seluruh bagian syaraf tubuh daripada jalan kaki dan bersepeda. Semakin keras tekanan dan semakin cepat gerakannya maka efeknya akan semakin besar, walaupun tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Ketika Rintik Hujan Itu Turun di Kampung …

Asep Rizal | | 21 October 2014 | 22:56

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Dari Body Mulus, Sampai Bibir Sexy …

Seneng | 7 jam lalu

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 14 jam lalu

Anda Tidak Percaya Alien, Maka Anda Sombong …

Zulkifli Taher | 14 jam lalu

Anfield Crowd, Faktor X Liverpool Meredam …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Berlari itu Menginspirasi …

Hanni | 8 jam lalu

Diari Santri: #15 Perak Laju …

Syrosmien | 8 jam lalu

Misteri Kartu di Mandala …

Aksa Hariri | 8 jam lalu

Suksesi Indonesia Bikin Iri Negeri Tetangga …

Solehuddin Dori | 8 jam lalu

Ledakan Permintaan Jasa Rumah Sakit …

Petra Sembilan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: