Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Titan Amaliani

sebab dihati ada janji yang harus ditepati.... (^_^)

“Kerjaan” SKM di Musim Pancaroba

REP | 02 November 2011 | 02:29 Dibaca: 458   Komentar: 10   0

Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim Muson, yaitu antara Musim Penghujan dan musim kemarau. Dalam pranata mangsa yang dikenal di Pulau Jawa, pancaroba antara musim penghujan dan musim kemarau (biasa terjadi pada bulan Maret dan April) disebut sebagai mangsa (musim) marèng, sementara pancaroba antara musim kemarau dan musim penghujan (biasa terjadi pada bulan Oktober hingga Desember) disebut mangsa labuh.

Saat Ini Indonsia sedang berada pada masa pancaroba diamana beberapa bulan sebelumnya siang suhu udara mencapai 35 derajat Celsius sehingga penguapan tinggi dan intensitas hujan menjadi tinggi mencapai 69,4 milimeter . cuaca pada saat pancaroba sangat tidak menentu udara terasa gerah sementara hujan bisa saja terjadi kapan saja. Hal ini menyebabkan  perkembangan virus dan bakteri lebih cepat dari biasanya.

Yang terjadi di musim pancaroba adalah permasalahan pangan. Pada musim kemarau sebelumnya terjadi gagal panen dibeberapa tempat sehingga kekurangan bahan pangan dan petani tidak memiliki cukup uang untuk dapat membeli bahan pangan. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan penduduk untuk mempertahankan keshatannya terkait dengan gizi yang diperoleh dari asupan makanannya.

Penyakit yang biasanya menyerang saat musim pancaroba adalah  diare, DBD, ISPA, Pilek, hal ini tentunya disebabkan karena hujan yang tidak menentu sehingga debu yang merupakan salah satu jalur masuk virus dan bakteri ke dalam tubuh banyak berterbangan dan terhirup masuk ke dalam tubuh kita.

Sementara karena cuaca yang tidak menentu menyebabkan juga daya tahan tubuh rendah menjadi salah satu pemicu rentannya berbagai jenis penyakit memasuki tubuh kita.

Disinilah peran kita sangat ditunggu. Setiap pergantian musim yang datang di setiap tahun selalu mengalami tantangan yang berarti bagi dunia kesehatan. masalah kesehatan seperti demam berdarah sudah tidak diragukan lagi tingkat prioritasnya dalam upaya pencegahannya. Diare, yang menjadi penyebab kematia kedua pada balita, sangat rentan terjadi pada masapancaroba.

Disinilah peran kita sebagai sarjana kesehatan masyarakat yang notabene bermotto kan “Preventive dan Promotif” dimana proses pencegahan adalah yang utama sebelum penyakit terjadi apalagi sampai terjadi KLB. Melakukan pencegahan dan pengendalian faktor faktor yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Pertama dari segi ketahanan pangan. Para SKM dari departemen gizi harus siap dengan strategi strategi jitunya dalam penanganan masalah pangan setelah kejadian gagal panen pada kemaau sebelumnya. Hal ini sangat penting melihat daya tahan tubuh yang baik diperoleh dari asupan gizi yang baik pula. Sementara virus dan bakteri silih berganti menyerang slama masa pancaroba.

Panggilan juga kepada Sarjana kesehatan masyarakat dengan spesifikasi kesehatan lingkungan. Bahwa penting untuk menginformasikan strategi  menjaga sanitasi lingkungan lebih intens dari biasanya seperti bersihkan rumah dari debu-debu, ventilasi rumah harus bagus agar cahaya dan udara segar bisa masuk. Jangan biarkan sampah menumpuk, kalau perlu dibungkus plastic dan jangan dibiarkan terbuka karena  mengundang lalat lalat merupakan vector yang sangat berpengaruh. Bersihkan kamar mandi dan toilet secara rutin. Kuras air secara barkala untuk menghindri berkemban biaknya nyamuk. Sebab data data yang telah lalu menegaskan bahwa DBD adalah penyakit yang identik dengan pancaroba.

Tak lupa pencegahan dan pemberian pendidikan kesehatan oleh para Promotor kesehatan yang notabene Sarjana kesehatan masyarakat juga. Di himbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan diri seperti  mencuci tangan dengan sabun antiseptic sebelum dan sesudah makan. Hindarkan diri ataupun anak-anak dari luapan genangan air kotor karena di dalamnya terdapat kuman kuman, bakteri, virus yang bersemayam, bahkan air kencing tikus pun ada. Jangan jajan makanan sembarangan, sebaiknya konsumsi makanan rumah yang terjamin kebersihannya. Hal ini karena daya tahuan tubuh yang relative rendah pada masa pancaroba sehingga perlindungan untuk tubuh terutama balita, harus lebih di jaga lagi.

Sarjana kesehatan masyarakat mulai dari sangat berperan penting dalam menekan angka kesakitan selama musim pancaroba. Oleh karena itu belajar dari pancaroba sebelumnya sebaiknya ada program pencegahan sebelum terjadinya musim pancaroba yang kini lebih sulit ditebak kapan akan terjadi. Masyarakat hanya bisa mengikuti alur main alam. Namun mereka sangat butuh peran peran SKM untuk membantu mereka tetap mempertahankan kesehatannya mulai dari peningkatan daya tahan tubuh, hingga peningkatan derajat kesehatannya. Peran SKM sangat tidak bisa digantikan oleh peran lainnya. Sebab tidak aka nada orang sehat yang ingin sakit. Termasuk di pergantian musim seperti ini.

SALAM SEHAT INDONESIA

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

[Puisi Kartini] Petunjuk Akhir Event Puisi …

Fiksiana Community | | 20 April 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 6 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 10 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: