Back to Kompasiana
Artikel

Alternatif

Free_day

seorang pria sederhana yang bergelut dengan masalah orang

Ditemukan Ikan Mas ”Monster” di Danau Toba

REP | 31 March 2011 | 05:46 Dibaca: 1843   Komentar: 10   1

1301550483310140737

Seorang penggiat perikanan di Danau Toba yang tergabung dalam perusahaan asing asal Swis, PT. Aqua Farm, berhasil menangkap ikan mas (Cyprinus carpio) yang beratnya lebi dari 30 kg. Normalnya setelah enam bulan dipelihara, bobot induk ikan jantan biasanya mencapai 500 gram. Sementara itu, induk betinanya bisa mencapai bobot 1,5 kg setelah berumur 15 bulan.

PT Aqua Farm merupakan PMA yang mengelola budi daya ikan tawar yang memiliki 1.347 unit Keramba Jaring Apung (KJA) untuk budidaya ikan, dengan memanfaatkan total luas kawasan Danau Toba sekitar 9,06 hektar itu. Perusahaan tersebut seperti yang pernah diutarakan anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba bahwa ada sekitar 100 ton pakan ikan yang masuk ke Danau Toba setiap harinya. Apakah semua itu terserap atau dimakan oleh ikan yang ada di jaring kerambah tersebut?

Dari hasil penelitian yang dilakukan pemerhati lingkungan hidup, bahwa ada sekitar 30% pakan ikan tersebut yang terbuang ke danau toba. Yang diyakini semakin memperparah ekosistem dan pencemaran air danau. Bahkan mereka mengatakan bahwa tingkat pencemaran Danau Toba sudah berada dalam tahap kritis. Jika tidak ditangani secara serius pencemaran ini akan menimbulkan gangguan pada kesehatan masyarakat setempat. Gangguan tersebut dapat saja mengakibatkan lemah otak.

Salah satu indikator tercemarnya danau toba adalah meningkatnya kadar Nitrogen.  Nitrogen tersebut bersumber dari protein yang terkadung dalam pakan ikan yang tidak terserap ikan yang terbuang ke Danau Toba. Nitrogen tersebut terpecah menjadi amoniak dan di ikuti perubahan menjadi Kalium. Zat ini akan sangat membahayakan jiwa manusia jika dikonsumsi. Gejala pencemaran tersebut sudah terlihat jelas seperti pada November 2004. Puluhan juta ikan Mas mati secara serentak yang di akibatkan oleh virus koi herpes. Awal 2008 juga meresahkan warga setelah menemukan banyak jamur pada kulit ikan. Yang lebih menkawatirkan lagi adalah ikan yang hidup bebas juga terjangkit virus.

Apakah akibat musibah tersebut pihak PT. Aqua Farm melalui riset telah menemukan formula agar ikan-ikan tersebut menjadi kebal terhadap penyakit? Hanya mereka yang mengetahuinya.

Akibatnya apa? Ikan menjadi kebal karena gen nya telah terbentuk agar bisa melawan penyakit yang timbul karena pencemaran.

Bahkan menurut sumber dari tempat budidaya tersebut masih ada ikan mas yang ukurannya sama namun matanya lebih besar, bahkan menyeramkan.

Mungkinkah ikan mas seperti gambar di atas ada karena telah terjadi mutasi gen pada ikan mas di Danau Toba?

Ah..aku juga tidak tau. Yang aku tau belum pernah aku melihat ikan mas sebesar itu, dan aku juga tidak akan pernah mau memakannya. Apa ada yang mau mencoba? Please come to Lake toba!

Sumber: Kompas, Save Lake oba Community, TurnipWordpress

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bertemu Dua Pustakawan Berprestasi Terbaik …

Gapey Sandy | | 30 October 2014 | 17:18

Asiknya Berbagi Cerita Wisata di Kompasiana …

Agoeng Widodo | | 30 October 2014 | 15:40

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Paling Tidak Inilah Kenapa Orangutan …

Petrus Kanisius | | 30 October 2014 | 14:40

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 6 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Muhammad Arsyad Tukang Sate Luar Biasa, Maka …

Opa Jappy | 12 jam lalu

DPR Memalukan dan Menjijikan Kabinet Kerja …

Sang Pujangga | 12 jam lalu

Pemerintahan Para Saudagar …

Isk_harun | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Pompadour …

Yulian Muhammad | 7 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 7 jam lalu

Celotehan Kalbu …

Sidik Irawan | 8 jam lalu

Sudah Puaskah dengan BPJS? …

Ayu Novi Kurnia | 9 jam lalu

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: