Kesehatan
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Nama :Drs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Isteri: Ny. Mufidah Jusuf (Lahir di Sibolga, 12 Februari 1943) Anak: 1. Muchlisa Jusuf, 2. Muswirah Jusuf, 3. Imelda Jusuf, 4. Solichin Jusuf, 5. Chaerani Jusuf. Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Pekerjaan 2004- 2009 : Wakil Pr...
Donor Darah dan Black Berry
Jusuf Kalla
|  5 Februari 2010  |  23:20
826
67
6 dari 11 Kompasianer menilai Bermanfaat.

Foto

Saat ini ketersediaan darah di Indonesia belum memadai. Tentunya ini    tantangan tersendiri bagi PMI sebagai satu-satunya pihak yang berwenang untuk mengambil donor darah dari masyarakat. Karena dia yang paling ber-hak, maka dia-pun yang paling harus bertanggung jawab akan ketersediaan darah di Indonesia.

Sebagaimana yang kita ketahui tugas PMI itu ada 2 macam, yang pertama tugas pokoknya ialah menjaga ketersediaan darah bagi dari segi stok darah maupun distribusinya. Dan ini merupakan tugas utama PMI, yang harus dikerjakan 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, dan 365 hari dalam setahun.

Yang kedua adalah penanggulangan bencana, tapi bencana ini hanya bersifat insidental, dalam artian tidak setiap saat ada. Misalnya gempa paling banter dalam 6 bulan ada satu kali gempa kadang juga dalam setahun tidak pernah ada. Atau bencana yang lain seperti kebakaran dan lain-lain. Namun demikian dalam menangani bencana PMI jarang sendirian, memang kalau melihat fenomena Indonesia, dalam 3 tahun pertama di mana ada bencana cuman PMI sendiri yang pasang bendera di situ, 2 tahun terakhir bukan cuman bendera PMI sendiri yang terpasang ada juga bendera Parpol, maklum sudah dekat pemilu.

Kembali ke masalah ketersediaan darah tadi, memang diakui ketersediaan stok darah di PMI yang masih jauh dari kebutuhan. Apalagi ini ditambah dengan semakin tingginya industri otomotif, makin banyak masyarakat yang punya kendaraan, dan itu menyebabkan masyarakat yang mengalami kecelakaan semakin banyak. Belum lagi wabah Demam berdarah masih kerap melanda sebagian besar wilayah indonesia pada musim penghujan.

Saat ini PMI hanya bisa menyiapkan 1.7 juta kantong darah setiap tahunnya, sementara kebutuhan mencapai antara 3 sampai 4 juta kantong pertahun. Untuk itulah di era kepemimpinan saya di PMI saya bertekad untuk menaikkan kapasitas ketersediaan darah di PMI, karena bagiamanapun PMI sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang mengambil donor darah dari masyarakat, maka dia pun satu-satunya lembaga yang bertanggung jawab apabila stok darah kurang.

Maka untuk itu saya bertekad untuk tahun 2010 ini akan meningkatkan ketersediaan darah di PMI sampai dengan 3 juta kantong dan pada tahun 2011 4 juta kantong setiap tahunnya. Nah apa yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut ? seperti yang selalu saya katakan, untuk menyelesaikan suatu persoalan kita harus melihat apa akar permasalahannya. Kurangnya darah di PMI karena kurangnya masyarakat yang melakukan Donor, mengapa kurang ? itu karena belum adanya kesadaran dari masyarakat bahwa setetes darah mereka bisa menyelematkan nyawa sesama, dan yang kedua susahnya akses untuk mendonorkan darah, kadang masyarakat tidak tau di mana harus menyumbangkan darahnya, kalaupun ada yang tau mereka malas ke sana, dan yang ketiga kurangnya reward dari pemerintah itu sendiri bagi masyarakat yang selalu mendonorkan darahnya.

Untuk mengatasi permasalahn tersebut saya ingin merubah persepsi masyarakat yaitu menjadi suatu yang trendi, menjadi sesuatu yang menjadi gaya hidup, orang akan merasa ketinggalan zaman kalau tidak pernah mendonorkan darahnya. Jadi sama dengan anda, merasa ketinggalan zaman kalau tidak pakai Black Berry. Saya akan menjadikan donor darah itu sebagai bagian dari gaya hidup. Saya akan memasang Unit Tranfusi darah di Mall2 dan pusat perbelanjaan di kota2 besar. Untuk uji coba 6 bulan pertama, PMI akan membuka UTD di Medan, jakarta, surabaya dan Makassar, kalau itu berjalan lancar maka Unit tranfusi darah akan seperti Pijat Refleksi menjamur di mana-mana.

Selain itu saya sudah berbicara dengan beberapa owner TV, agar mereka mau mendonorkan skillnya dan slot durasinya untuk membuat dan menayangkan Iklan CTV yang memberi kesadaran masyarakat bahwa donor darah itu penting dan sehat. Dan mereka sudah setuju tanpa dipungut bayaran sama sekali, jadi PMI tidak perlu mengeluarkan biaya apa-apa untuk itu.

Nah yang ketiga akan ada reward khusus bagi mereka yang mendonorkan darahnya dia atas 100 kali, tapi ini masih dibicarakan, entah apakah rewardnya itu mereka akan mendapat diskon khusus ketika dirawat di Rumah sakit, (kalau diskon darah sudah ada aturannya) atau ada reward dalam bentuk lain, semua itu akan dibicarakan dengan pemerintah dalam hal ini DEPKES.

Tapi sebenarnya yang palin ironis dari masalah ketersediaan darah ini adalah kurangnya stock kantong darah. Selama ini ternyata kita masih selalu mengimpor kantong darah. Masa penduduk kita lebih dari 200 juta kantong darah saja kita masih impor ? dan hal ini tidak boleh tidak terjadi lagi, Insya Allah dalam waktu dekat PMI akan mempunyai pabrik kantong darah sendiri yang diproduksi secara massal dan kalau ada lebihnya kita ekspor ke tetangga kita.

Nah itulah sekelumit tentang masalah mengapa ketika ada teman atau keluarga kita yang kecelakaan susah sekali mendapatkan stok darah karena memang kurang. Karena dia kurang maka ada saja pihak yang selalu mencoba mengambil keuntungan dari ini semua, seperti calo darah dan sebagainya. Maka darah yang tadinya seharga Rp 200 ribu untuk RS pemerintah bisa membengkak harganya sampai dengan 500 Ribu. Semoga ke depannya masalah ketersediaan stok darah tidak terjadi lagi di Indonesia, semua tergantung Anda semua, Motto berjuang sampai tetes darah terakhir harus kita pelesetakan sedikit, berjuang sampai dengan tetes darah donor yang pertama.Karena setiap tetes darah anda adalah kehidupan bagi sesama anda yang menderita maka mulai sekarang “DONORKANLAH DARAH ANDA AGAR KAMU SEHAT DAN DAPAT AMAL IBADAH”


Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
5 Februari 2010 22:51
0

Usul nih Pak JK. Bagaimana kalau melalui Kompasiana kita mendorong kesadaran publik untuk jadi donor darah ???

Salam - ASA

5 Februari 2010 | 22:52
0

kasih jejak dulu ah…hehehhhhe

5 Februari 2010 | 23:01
0

usul bagus bang ASA……

saya sih sudah biasa donor darah hehehhe..

5 Februari 2010 | 23:02
0

semoga anda bisa mendonorkan tulisan anda untuk membantu sosialisasi bagi para kompasianer agar mau berdonor..

5 Februari 2010 | 23:04
0

siiipp…….pak…saya siap bantu deh…woro-woro buat rekan-rekan agar mau mendonorkan darahnya..

5 Februari 2010 | 23:38
0

Insya Allah Daeng Ucu’ pasti kubantuki’…

6 Februari 2010 | 09:18
0

Setuju dengan usulan Bung ASA…

5 Februari 2010 22:52
0

Sebuah tindakan yang mulia .
Saya dukung .
PASTI !

5 Februari 2010 22:54
0

semoga berhasil dan sukses pak.

Mohon info pak, apakah kalau darah rendah boleh berdonor? banyak rumors yang bilang tidak boleh. Terus ada yang bilang kalau udah donor beberapa kali suka kecanduan ngedonor terus, kalau dalam tiga bulan ga donor badan lemas. Teman kerja saya mengalami ini.
Mohon info.
terimakasih.

5 Februari 2010 | 22:58
0

untuk bisa donor HB harus 12.5, berat badan minimal 45 kg, kalau masalah kecanduan saya rasa tidak, justru malah tambah sehat kalau selalu donor, sama halnya pada zaman nabi dulu salah satu metode penyembuhan yang paling mujarab yaitu dibekam, darahnya dikasih keluar, kira2 seperti itu juga kalau anda donor

5 Februari 2010 | 23:07
0

trimakasih infonya pak.
Minggu depan insya alloh semoga nyali saya cukp berani ke PMI di BAndung

5 Februari 2010 22:54
0

Semoga semua yang di programkan bisa berjalan dengan lancar dan sukses
Salam donor

5 Februari 2010 22:56
0

wah, saya termasuk yg belum pernah donor darah pak…agak takut sebenarnya..hehehe…
tp kalo nanti PMI jadi membuat UTD di Medan, saya jd pengen ikutan nih…
semoga usaha PMI utk mengampanyekan donor darah sukses ya pak… :-)

5 Februari 2010 22:57
0

tapi menurut saya ada kendala lain pak kalla, yaitu terkadang masyarakat masih takut dengan donor darah. kebanyakan mereka takut dengan jarum suntik (takut disuntik). seperti waktu kantor saya mengadakan donor darah masal, namun hanya beberapa orang saja yang ikut serta. dengan kebanyakan alasan takut akan jarum suntttik, mungkin ada baiknya sosialisasi mengenai donor darah di cantumkan juga pengertian bahwa donor darah tidak sakit dan jangan takut akan jarum suntik. begitu kira-kira saran saya. mudah-mudahan bisa membantu teman-teman yang lain yang ingin menyumbangkan darahnya, namun masih takut dan malu.

wasslamualaikum

6 Februari 2010 | 02:30
0

Benar sekali.. Saya pun termasuk ke dalam golongan orang yang takut pada jarum suntik, jadinya semacam phobia/trauma gitu dech. Makanya ada nggak ya suatu cara untuk menghilangkan rasa ketakutan pada jarum suntik itu?! Mungkinkah ada suatu cara untuk mendapatkan darah dari sang pendonor darah tanpa harus menggunakan jarum suntik, misalnya menggunakan semacam alat/benda selain jarum suntik. Saya malah punya ide/pikiran gila neh.. Ide saya adalah dengan memanfaatkan binatang penghisap darah seperti pacet atau lintah gitu. Binatang ini tidak menyebabkan rasa sakit ketika menghisap darah korbannya, katanya binatang ini menghasilkan zat yang dapat menyebabkan darah tidak bisa berhenti, sehingga darah bisa terambil dan keluar dengan mudahnya. Maaf, ini hanya ide/pikiran gila saya semata.. Mohon jangan dihiraukan ya.. Hahahahahaha.. :lol:

-Salam Damai Untuk Semuanya-

5 Februari 2010 22:58 via Mobile Web
0

Sependapat dengan bang ASA, PMI diharapkan juga melakukan sosialisasi melalui situs2 pertemanan seperti Facebook, Twitter, Friendster dll, tentang bagaimana manfaat donor darah itu. Kalau bisa berdayakan juga Palang Merah Remaja di sekolah2.

5 Februari 2010 22:59
0

Mari, kita dukung bersama misi mulia ini!

5 Februari 2010 23:04 via Mobile Web
0

Huhuhu 2x ditolak donoir darah krn katanya hbnya ga cukup baik.gpp lah next time masih ada kesempatan insya Allah

5 Februari 2010 23:06
0

sebagai calon tenaga kesehatan saya sangat mendukung langkah2 yg bapak sampaikan ini…pemimpin seperti inilah yg seharusnya dimiliki indonesia…mampu memberikan terobosan2 yg bermanfaat…salaam…

ke depan…saya punya harapan agar bapak bisa mempunyai LSM yg konsen dalam masalah2 kesehatan…untuk peningkatan derajat kesehatan yg lebih baik tentunya…

5 Februari 2010 23:16
0

Sekantung darah dapat mencegah air mata duka :-)

5 Februari 2010 23:17
0

Pak, ibu saya penderita thalasemia, sehingga pastinya saya adalah carrier gen thalasemia. Apakah diperbolehkan untuk donor?

Kemudian, kalau saya mengurus darah untuk transfusi ibu saya yang harus 3 bulan sekali, prosesnya (menurut saya) cukup merepotkan. Karena walaupun transfusi dilakukan di RSCM [dekat dengan PMI Pusat], proses yang harus dilakukan melibatkan bolak-balik antara PMI dan RSCM, lalu menunggu sekitar 5 jam untuk memperoleh darah cuci. Usul saya, bagaimana kalau di rumah sakit setingkat RSCM (Unit Pelayanan Nasional), dibuatkan semacam cabang PMI di situ, lengkap dengan laboratoriumnya? Karena bank darah di RSCM sepertinya kurang lengkap peralatannya sehingga tetap harus ke PMI Pusat.

wassalam,
Haekal

6 Februari 2010 | 22:59
0

saudara haekal untuk masalah apakah anda boleh donor atau tidak silahkan tanyakan kepada dokter. mengenai ribetnya pengurusan masalah darah ini, hal tersebut diakibatkan kurangnya stok darah yang ada di PMI. stok darah kita hanya cukup untuk kebutuhan 2 hari padahal idelanya 4 hari. kalau itu sudah terpenuhi maka nanti kita akan perbaiki sistem distribusi darah, mungkin tahap awal semua kepengurusan masalah darah RS yang langsung berkordinasi dengan PMI, sehingga kalau ada yang butuh darah langsung ada pada saat itu juga. tapi itu syaratnya ketersediaan darah harus cukup untuk 4 hari, 2 hari di PMI, 2 hari stok di Rumah sakit.
Kalau masalah repotnya mengurus darah ditambah lagi banyaknya calo darah, (satu hal yang perlu diketahui, calo darah banyak karena stok darah kurang, sehingga terjadi permainan) Insya Allah ke depannya PMI akan memiliki kendaraan pengantar darah, ini penting sebab tidak ada jaminan bagi darah untuk tetap steril apabila berada di tangan keluarga pasien. butuh ahli memang yang menangani hal tersebut

5 Februari 2010 23:24
0

gagasan yang bagus pak JK, semoga mendapat dukungan dari masyarakat, saya sendiri sekarang mulai berfikir untuk melalukan donor darah.

5 Februari 2010 23:34
0

Saya punya usul Pak…
Selain mengadakan kantong darah sendiri, PMI harus memperbanyak alat skrining canggih jenis penyakit yang terdapat dalam darah. Karena saat ini (setahu sy) masih banyak alat skrining daah PMI yang hanya bisa mendeteksi beberapa penyakit saja. Pdhal banyak penyakit lain yg menular lewat darah.
Jangan sampai kita tidak sekedar mendonorkan darah tapi juga mendonorkan penyakit.
Jangan sampai setetes darah yang seharusnya menghapus air mata duka berubah menjadi setetes darah pembawa maut.
Sy pernah menulis hal ini di kompasiana :
http://kesehatan.kompasiana.com/2009/12/24/setetes-darah-bisa-membawa-maut/

6 Februari 2010 | 02:32
0

SETUJU BANGET… !!!
Mudah2an dapat terealisasikan/terimplementasikan dengan nyata ke depannya….

- :lol: -

5 Februari 2010 23:51
0

Wah…..asyik nih dapat Reward ….siap2 lagi ah jadi PENDONOR!

5 Februari 2010 23:51
0

DONOR DARAH DI JADIKAN JIHAD

AGAR DONOR ITU MENGALIR DERAS BAK AIR HUJAN DI MUSIM KERING

5 Februari 2010 23:52 via Mobile Web
0

Setelah lima hari disergap banjir dari meluapnya sungai citarum, warga rw 20 dan 28 desa cieunteung kecamatan bale endah kabupaten bandung belum bisa beraktifitas normal, bandung, selasa (2/2/2010). Berita selengkapnya klik http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/03/korban-banjir-cieunteung-kabupaten-bandung-masih-menderita/

6 Februari 2010 00:11
0

himbauan yang sangat bermanfaat , pak JK. belasan tahun ketika masih di indonesia saya pendonor. masih dapat mie rebus dan telor rebus habis donor pak JK ?

6 Februari 2010 00:15
0

pak jk, usul dari saya boleh kan? alhamdulilah saya apabila ada kesempatan slalu mendonorkan darah saya lewat pmi, utk itu dari pada dana pmi digunakan utk konsumsi kita para pendonor mendingan kita diberi kartu pintar dgn desain yg menarik yg isinya data pribadi pendonor & data kapan2 saja pendonor mendonorkan darahnya … sy yakin banyak yg tertarik … salam gembira slalu.

6 Februari 2010 | 23:00
0

Insya Allah usul anda akan kami bicarakan bersama pengurus pusat

19 Maret 2010 | 13:56
0

Meneruskan usul pak Bachsin di atas, dengan kartu tsb, bisa dipakai pendonor untuk mendapatkan darah suatu saat ybs atau keluarganya memerlukan, TANPA birokrasi yang berliku2!! Saudara saya, pernah mengeluh, dia pendonor aktif, tapi begitu istri masuk RS dan memerlukan darah….SUSAH MINTA AMPUN karena birokrasi. Mohon birokrasinya lebih dipermudah, supaya lebih banyak nyawa yg bisa diselamatkan…Terimakasih Pak!!

6 Februari 2010 00:26
0

Pak Jk yang terhormat……
Sekedar menambah informasi nich…
kalo di mesir yang saya tahu, mobil2 PMI (istilah untuk mobil penyedia donor) di mesir sering kali stand by ketika ada acara2 yang menyangkut kemasyarakatan..semisal ketika ada acara di masjid, mobil2 pmi akan ada di sana….dan hal ini ramai sekali ketika ramadlan…ketika shalat tarawih imam sudah memberikan informasi pentingnya donor darah, sehingga sehabis shalat tarawih, orang mesir banyak yang mendonorkan darahnya….
boleh juga ide ini digunakan, masjid di indonesia kan banyak….ada nilai ibadahnya juga… :)

6 Februari 2010 00:29
0

Pak JK ada pertanyaan teman yang saya sendiri belum tahu jawaban yang tepat apa. Teman saya aktif sebagai pendonor, suatu waktu ia membutuhkan transfusi darah tapi malah tidak kebagian. Mohon penjelasannya ya Pak. Trims

6 Februari 2010 00:48
0

Pak JK, selalu dengan terobosan. Gaya hidup adalah Donor Darah, donor darah adalah gaya hidup.
Sedikit usul pak, biar berimbang, selain sosialisasi mengajak banyak pendonor, ada baiknya juga sosialisasi bagaimana caranya masyarakat dapat memperoleh darah dari PMI. Mungkin ada prosedur tertentu atau syarat tetentu pula. Semoga PMI aksesibel bagi semua rakyat. Amin.

Trims Daeng UCU,

6 Februari 2010 02:28
0

saya juga pernah Pak, mengadakan donor darah waktu SMA tahun 2000an dan sukses besar. pada awalnya guru-guru sekolah kami pesimis tidak ada yang mau menyumbang darah ternyata sampai-sampai PMI kehabisan kantung darah. Tahun depannya saya mengadakan lagi donor darah dan untuk yang kedua kali nya PMI membawa bis 3/4 dan ratusan kantung darah (tahun sebelumnya PMI hanya naik mobil kijang dan 75 kantong darah). karena sukses tahun berikutnya program donor darah yang dilakukan oleh organisasi kami diambil alih oleh sekolah. Semoga sukses untuk PMI

6 Februari 2010 02:43
0

pak Kalla, sebagai masukan: Sebagian besar rakyat saat ini makin kurang gizi dan kondisi kebatinan mrk sedang tdk stabil akibat terlilit beban sosial-ekonomi mungkin hal ini yg menyebabkan kurangnya kesadaran mrk utk melakukan donor darah. Sebaliknya, biasanya di negara2 maju org berbondong2 melakukan donor darah krn mrk kelebihan gizi dan darah. :)

6 Februari 2010 04:24 via Mobile Web
0

mungkin perlu didorong rasa kemanusiaannya agar nggak kalah sama jarum suntik.

kayak saya ini, mau donor, tapi kalau sudah bayangin jarum suntik, kayaknya gimana gitu..tapi kalau diganti pake hewan penghisap darah, nggak bisa dibayangkan :)

semoga sukses pak.

6 Februari 2010 06:30
0

Pak JK
Ada hal yang mengganjal di hati , saya sudah hampir 3 tahun tinggal di Malaysia, tepatnya di KL, baru 2 kali donor darah, pernah bebarapa kali ditolak. tak apa jika memang tidak memenuhi syarat. setiap saya akan donor diperiksa dengan teliti, utamanya kesehatan sepert tekanan darah dll. Dulu saya alami di Indonesia,sepertinya tidak seketat di Malaysia. Di sini jika belum 6 bulan tinggal di Malaysia janagan harp kita bisa donor,
Hanya untuk info saja, maaf pak, untuk kita semua, donor ya donor, jangan jadi pendonor yang mendonorkan donor …….dikemudian hari.
Mudah mudahan donornya seperti yang kita semua harapkan.
Tk Pak.

6 Februari 2010 07:01
0

Pak JK ,
Salut dan selamat atas langkah yang cepat dan tepat yang bapak ambil dalam meningkatkan kemampuan PMI untuk memenuhi kebutuhan stock darahnya . Mungkin sebuah National Blood Donor Campaign melalui media elektronik dapat memberi rangsangan kepada masyarakat untuk lebih berminat men donorkan darahnya bagi kepentingan kemanusiaan . Disamping itu kalau PMI punya mobile unit yang dapat hadir ditengah masyarakat yang sedang berkumpul umpamanya di akhir minggu di kawasan Senayan ndgn cara “jemput bola” dapat menerima donor darah dari masyarakat yang sedang ber-olah raga . Sekedar saran Pak JK . Terima kasih .

6 Februari 2010 | 23:02
0

saat ini PMI akan mencanangkan program setiap satu bulan satu kali setiap hari jumat akan mendatangi mesjid raya di kota-kota besar dan membuka UTD di sana.

6 Februari 2010 07:14 via Mobile Web
0

Gagasan bagus pak.Jk,memperbanyak tempat donor.Ini usul,penjara kita banyak penghuninya,saya rasa banyak yang sehat mau mendonor.
Pengalaman dulu kalau sulit cari darah,kami minta tolong ke tk.beca dan tahanan polisi,banyak yang mau. Namun ada sedikit imbalan.
Saya rasa terhukum bersedia beramal sekaligus cuci dosa.
Selamat berkarya semoga PMI berubah wajah ditangani bidan istimewa.
Salam*aria8*

6 Februari 2010 | 23:03
0

usul yang baik asal jangan di penjara khusus tahanan Narkoba saja sebab nanti kita malah mendonorkan penyakit bagi penderita

6 Februari 2010 08:06
0

dan ketahuilah di sekitar PMI Pusat itu banyak berseliweran calo-calo darah….
pengalaman.dot

pasien kelainan darah bawaan seumur hidup

6 Februari 2010 08:40 via Mobile Web
0

Sudah saatnya kita, MENUMPAHKAN DARAH KITA UNTUK HAL YANG POSITIF DAN BERGUNA,

Lebih Cepat, LEBIH BAIK…!! he,he

6 Februari 2010 09:07 via Mobile Web
0

Berbhakti untuk negeri bersama PMI.. Lebih cepat lebih baik. Salut Pak JK…

6 Februari 2010 09:25
0

Kalimat yang membuat miris ; Selama ini ternyata kita masih selalu import kantung darah. Masa penduduk kita lebih dari 200 juta kantung darah saja kita masih import?

Inilah kekhasan JK ,Terpanggil dimana saja ok dan pasti berhasil, Selamat bekerja pak JK - Bravo

6 Februari 2010 10:01 via Mobile Web
0

pak JK..
Senang membaca tulisan dan komitmen dari pak JK..
Berkaca dari pengalaman, kira2 apa solusi dari bapak masalah oknum PMI yg memperjualbelikan darah?.. Atau mungkin PMI pnya call center pengaduan?..
Salam

6 Februari 2010 10:33
0

Dari dulu pengen sekali ikutan donor darah.
Tapi selalu gak memenuhi syarat!
apalagi klo bukan BB (Berat Badan) yang kurang!

Makasih ya Bapak atas share nya!

6 Februari 2010 11:22
0

iya, benar tuh pak JK
di indonesia ini lebih banyak donor pendapat, ketimbang donor darah
jadinya lebih banyak pendapat daripada darah
hehehe :)

6 Februari 2010 13:31
0

Salam hangat dari donor yang sedang mengejar target donor perak ini, Pak JK. Setuju, donor itu bermanfaat dunia dan akhirat. Semoga PMI di tangan Bapak makin bsia menggugah masyarakat untuk rajin beramal darah.

6 Februari 2010 14:21
0

Wooow pak JK, assalamualaikum pak. Maaf nih pak kok tumben kali ini gak ada candanya pak? Tapi memang benar pak, saya usia hampir kepala 7 bbrp kali mampir ke kramat dng niat mendonorkan darah, tapi harus antri cukup panjang utk dpt giliran. rupanya iman saya kurang kuat shg saya memutuskan “kapan2 aja deh”. Insyaallah nanti sambil jalan2 bawa cucu ke mall, sekalian mampir donorin darah.

6 Februari 2010 15:20
0

saya sudah tiga tahun terakhir menjadi pendonor aktif, empat bulan sekali. namun kadang molor karena lupa. saya pernah katakan pada petuas PMI (Aceh) untuk meelpon saya kalau sudah empat bulan, tapi belum pernah saya terima. Saya sarankan agar PMI membuat daftar pendonor tetap dan “mengingatkan” mereka kalau sudah sampai waktunya.
secara pribadai alhamdulillah saya merasa selabih sehat selama mendonor darah. sesai dengan nama saya, Sehat Ihsan. hehehe

6 Februari 2010 | 23:05
0

Insya Allah sistem database PMI akan diperbaiki, semua berbasis IT, nanti juga akan dibuka call center untuk aduan, selain itu seluruh kantor PMI akan terhubung secara online, agar terjadi subsidi silang, jika seandanya darah A tidak ada di PMI di Kota A maka bisa ketahuan di mana tempat terdekat untuk mendapatkannya.

nov
6 Februari 2010 15:37
0

Mohon juga SDM di lembaga PMI di bersihkan dari oknum oknum. Diisi dengan yang benar benar mengerti darah itu untuk menolong sesama manusia. Trima Kasih Pak Kalla

6 Februari 2010 16:32
0

dari dulu saya selalu ‘di tolak’ petugas waktu ingin ikut donor..katanya begini..
wah kalo mbaknya sih butuhnya tranfusi darah..bukan donor….
zz..zzzz…zzzz…. mentang2 badan saya mungil

6 Februari 2010 17:02
0

semoga sukses dg rencana2 bapak, oia sebenarnya banyak kegiatan2 mahasiswa bisa disatukan dengan donor darah, tapi dulu ada teman saya yg harus ngeluarin duit dulu baru bisa bikin kegiatan donor darah tersebut…
btw hubungan dg blackberry apa ya pak? :D

6 Februari 2010 | 17:03
0

hehee sy udah baca blackberrynya :D hehehe

7 Februari 2010 05:30
0

bpk JK yg saya muliakan,
pak saya salut pertama karena hanya dengan kantong darah saja anda bersifat mandiri.
anda ingin itu kita miliki sendiri,bukan beli dari negara lain,saya pun menjadi teringat akan kenangan kebanggaan saya ketika anda dengan cepat dan sekuat tenaga ingin menjadikan panser,airport, dan banyak proyek pembangunan dicapai oleh kemandirian bangsa sendiri tanpa campur tangan luar. Namun disaat pemilu kemarin yang juga pertama bagi saya, diumumkan saya sangat kecewa ,karena jk-win yg saya contreng kalah telak, leader yang bisa dengan hebat mencium tajam pusaran globalisasi bakal tidak memimpin lagi,namun semua itu amalnya sudah dicatat pak,bahkan sekarang posisi bapak sebagai ketua pmi sy kira lebih banyak pahalanya karena benar benar bermanfaat untuk rakyat khususnya ini sektor rill dan mengenai langsung kepada rakyat yg menderita serta jauh dari singgasana istana dan elit kekuasaan.

7 Februari 2010 07:34
0

Salam Pak. Apa betul mau kunjungan ke kab. banyumas. Peresmian kantor PMI ?

7 Februari 2010 18:10
0

Ass. Wr.Wb. Pak JK.
Bagaimana kalau disetiap BUMN dan instansi serta sekolah bonafit lebih diutamakan donor darah. Soalnya para warga lembaga tersebut kan sdh pada makmur, jd kelebihan gizi dan darah seperti usul pak Bachsin.
Bagusnya imbalan para pendonor aktif bukan dalam bentuk materi, tp layanan yg lebih apabila mereka atau keluarga mereka sakit.

7 Februari 2010 20:15
0

Banyak ide2 bagus dr kawn2 smua. Mulai dari memberdayakan PMR di sekolah, karyawan BUMN, PNS. minimal 2xi untuk PNS saat prajabatan dan kenaikan pangkat/golongan, trus memberikan doorprice stiap bulannya utk meningkatkan peminat pendonor berupa HP atau apalah yang menarik minat orang2 , nantinya mereka akan tau manfaat dari mendonor darah dan akan datang sendiri tanpa ada door price. door price sebagai pemancing aja untuk sementara

8 Februari 2010 01:03
0

Setuju sekali dengan ide bapak…antara ‘donor darah dan black berry’…

8 Februari 2010 02:01
0

Untuk mengatasi permasalahn tersebut saya ingin merubah persepsi masyarakat yaitu menjadi suatu yang trendi, menjadi sesuatu yang menjadi gaya hidup, orang akan merasa ketinggalan zaman kalau tidak pernah mendonorkan darahnya. Jadi sama dengan anda, merasa ketinggalan zaman kalau tidak pakai Black Berry. Saya akan menjadikan donor darah itu sebagai bagian dari gaya hidup. Saya akan memasang Unit Tranfusi darah di Mall2 dan pusat perbelanjaan di kota2 besar. Untuk uji coba 6 bulan pertama, PMI akan membuka UTD di Medan, jakarta, surabaya dan Makassar, kalau itu berjalan lancar maka Unit tranfusi darah akan seperti Pijat Refleksi menjamur di mana-mana…

8 Februari 2010 | 02:01
0

LEBIH CEPAT LEBIH BAIK…

9 Februari 2010 13:26
0

setuju pak, kampus kami di bogor hampir tiap tahun ngadain donor darah..
ngomong2 tentang kantung darah, beberapa tahun yang lalu temen saya sempat buat studi produksi kantong darah ini, tp trakhir saya dengar ga lanjut..saya setuju dg Bapak bahwa anak negeri juga bisa…

12 Februari 2010 17:41
0

Pak Jusuf Kalla,

Mohon agar birokrasi di PMI terutama untuk permohonan darah benar-benar dipangkas. Birokrasi dan kelambatan dalam pelayanan permohonan darah mengecewakan.

Tentunya Pak Jusuf Kalla tidak membutuhkan bukti dari saya. Pasti sering terdengar keluhan sulitnya meminta bahkan membeli darah dari PMI. banyak nyawa melayang sia-sia karena bobroknya prosedur disini.

permohonan darah sudah menyangkut hidup atau mati. Saatnya harus dipangkas agar sangat cepat. Kalau perlu stok darah bisa dipantau lewat SMS atau web dan direlay ke stasiun TV atau media cetak online. prosedur permintaan bisa dikirim via e-mail atau formulir di website publik PMI ( e-service ).

*yg pernah mengalami sulitnya mengurus dan mencari darah, serta sering mendengarkan kisah tragis mengurus permintaan darah

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Search:
IB: Dengan sistem bagi hasil, tabungan denga...
Ajari Aku Berbisnis Syariah
Oleh Syamsun Naha...
Nokia sediakan hadiah menarik untuk setiap ponsel bekas yang disumbangkan untuk daur ulang.

Luangkan Waktu Libur untuk Tanah
Apa yang Anda lakukan di hari libur, khususnya Sabtu dan Minggu?
Copyright 2008 - 2009